Permintaan lab di EMR: dari order sampai hasil
Sebuah permintaan laboratorium melewati banyak tangan sebelum menjadi hasil yang bisa digunakan dokter. Jika setiap tahap berjalan di atas kertas yang berbeda, sampel bisa hilang, pemeriksaan diulang, dan hasil terlambat. Panduan ini menelusuri alur lengkapnya dan titik-titik yang perlu diawasi.
Tahap 1: order dari dokter
Dokter membuat order dari konsultasi, dengan pemeriksaan, alasan klinis, dan data yang diperlukan untuk pengambilan sampel.
Order yang lengkap mencantumkan pasien, pemeriksaan, tingkat urgensi, dan alasan klinis. Tanpa alasan klinis, laboratorium tidak dapat menilai kebutuhan pemeriksaan atau memberi peringatan jika ada potensi masalah. Dokter sebaiknya dapat membuat order langsung dari konsultasi.
Tahap 2: pengambilan sampel
Pengambilan sampel harus mengidentifikasi pasien dan sampel dengan kode yang mengikuti hasil.
- Label dengan identitas unik saat sampel diambil.
- Waktu pengambilan dan jenis sampel.
- Catatan sampel yang ditolak beserta alasannya.
Tahap 3: hasil dan validasinya
Hasil harus divalidasi sebelum dipublikasikan di rekam medis pasien.
Hasil yang muncul tanpa validasi dapat membingungkan dokter. Pastikan sistem memisahkan hasil yang menunggu dari hasil yang sudah divalidasi, dan siapa yang boleh memvalidasi sebelum hasil masuk ke rekam medis pasien.
Tahap 4: peninjauan oleh dokter
Dokter harus melihat hasil di rekam medis pasien dan mencatat bahwa hasil tersebut sudah ditinjau.
Hasil yang sudah ditinjau diberi tanda tanggal dan nama tenaga yang meninjau. Jika hasil bersifat mendesak, sistem harus memberi tahu dokter dengan jelas, tidak hanya menaruhnya di daftar.
Titik kontrol
Kesalahan paling sering terjadi pada identifikasi sampel dan penyalinan hasil.
- Pasien dengan nama yang mirip, yang memerlukan pemeriksaan identitas ganda.
- Pemeriksaan yang diulang tanpa alasan tercatat.
- Hasil yang disalin manual ke sistem lain.
Kesimpulan
Alur dengan identitas, status, dan peninjauan yang jelas mengurangi kesalahan dan waktu tunggu.
Ukur waktu antara order dan hasil, dan tinjau setiap bulan sampel yang ditolak. Kedua data ini menunjukkan di mana hambatan terjadi.
Pertanyaan umum
Bagaimana order terhubung dengan hasil?
Setiap hasil harus terhubung dengan order dan sampel yang menghasilkannya, sehingga penelusuran dapat mengikuti seluruh alur.
Apa yang terjadi jika hasil datang tanpa order?
Hasil tersebut harus ditinjau sebelum masuk ke rekam medis. Sistem harus menandai bahwa hasil tidak memiliki order terkait, dan menunjukkan siapa yang meninjaunya.
Enjoyed This Article?
Stay informed with practical insights, industry trends, expert guidance, and educational resources designed to help professionals make better decisions.
Have questions or need guidance? We're happy to help.